DIALEKSIS.COM | Aceh - Seumapa merupakan tradisi lisan berbalas pantun khas Aceh yang dahulu menjadi bagian penting dalam prosesi adat perkawinan, khususnya pada intat lintô atau mengantar pengantin pria. Tradisi ini hadir sebagai seni tutur sapa-menyapa antara perwakilan keluarga mempelai, dengan bahasa yang sopan, kreatif, dan penuh makna.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Di Museum Aceh, koleksi kuningan tidak sekadar dipajang sebagai benda lama. Ia hadir sebagai penanda hidupnya tradisi masyarakat Aceh. Kilau keemasan pada permukaannya menyimpan jejak keseharian sekaligus sakralitas, karena benda-benda ini dahulu digunakan dalam berbagai ritus adat yang sarat makna.
DIALEKSIS.COM | Lhoksukon - Salah satu tradisi yang masih terus dijaga adalah memasak kuah beulangong, hidangan kari kambing khas Aceh yang dimasak bersama dalam satu kuali besar sebagai simbol persaudaraan. Tradisi ini juga terlihat dalam kegiatan Halal Bihalal ketiga Marhalah Askar Mazaya Misbahul Ulum Lhokseumawe yang digelar di Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Menjelang bulan suci Ramadhan, aroma asap bambu dan santan yang terbakar perlahan kembali menguar di kawasan Lamdingin, Banda Aceh. Di sebuah gubuk sederhana tanpa dinding, lemang tradisional diproduksi setiap hari untuk memenuhi kebutuhan warga yang mencari menu berbuka puasa.
DIALEKSIS.COM | ACEH - Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., menyerahkan ratusan paket daging meugang kepada masyarakat serta para awak media di wilayah Aceh, dalam kegiatan bakti sosial yang digelar di Hanggar Helikopter Mapolda Aceh pada Senin (16/02/2026)
DIALEKSIS.COM | Opini - Menjelang Ramadhan, Aceh berubah. Pasar-pasar mendadak ramai, percakapan tentang harga daging terdengar di warung kopi, di sudut kampung, bahkan di kantor. Aroma bumbu dan rempah mulai tercium di dapur rumah-rumah sederhana hingga rumah besar. Persiapan Meugang bukan sekadar memasak, tetapi ritual sosial yang mengikat masyarakat.
DIALEKSIS.COM | Aceh - Di tengah kesibukannya memimpin penanganan bencana hidrometeorologi di Aceh, Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) kembali menunjukkan karakter kepemimpinan yang berakar kuat pada nilai adat dan budaya masyarakat Aceh.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Penjabat (Pj) Gubernur Aceh periode 2024 - 2025, Safrizal ZA, menegaskan bahwa tradisi peumulia jamee adat geutanyoe memuliakan tamu bukan sekadar simbol budaya, melainkan nilai hidup masyarakat Aceh yang dijalankan dalam segala keadaan, termasuk saat bencana melanda.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ketua Relawan Aceh Peace (RAP), Muhammad Adha, menyikapi dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan oknum Tentara Nasional Indonesia (TNI) terhadap masyarakat Aceh terkait peristiwa pengibaran bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Setiap kali bulan Rabiul Awal tiba, gema selawat dan lantunan barzanji mulai menggema dari balee, meunasah, hingga masjid di seluruh Aceh. Namun berbeda dengan daerah lain yang memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW hanya sehari, masyarakat Aceh merayakannya selama tiga bulan penuh.
DIALEKSIS.COM | Takengon - Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah kembali menghidupkan tradisi sakral dalam dunia pendidikan melalui pelaksanaan prosesi adat Munyerahni Murid Ku Tengku Guru yang digelar di awal tahun ajaran baru, Senin (14/7/2025). Kegiatan ini berlangsung di SD Negeri 9 Lut Tawar dan dihadiri langsung oleh Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si.
DIALEKSIS.COM | Sinabang - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh, Irjen Pol Dr. Acmad Kartiko, S.I.K., M.H., melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Simeulue pada Sabtu, 19 April 2025. Dalam kunjungan ini, Kapolda turut didampingi oleh Ketua Bhayangkari Daerah Aceh, Maharani Achmad Kartiko, serta sejumlah pejabat utama Polda Aceh.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh kembali menggelar Aceh Ramadhan Festival, yang akan berlangsung pada 12-17 Maret 2025 di Pelataran Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh. Festival ini menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) 2025, kalender event nasional Kementerian Pariwisata RI.
DIALEKSIS.COM | Meulaboh - Polres Aceh Barat menurunkan personel guna melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas pada pasar yang ada di Kota Meulaboh tepatnya di jalan Daud Dariyah II, kecamatan Johan pahlawan pada Kamis (27/2/2025). Pengamanan dan pengaturan lalu lintas ini dilakukan dalam rangka mengantisipasi segala potensi gangguan kamtibmas dan lalu lintas menjelang Ramadhan 1446 H di lokasi tersebut.
DIALEKSIS.COM | Jantho - Masyarakat Lampuuk Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar, menggelar acara Kenduri Raya Gle, yang dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, perwakilan pemerintah Aceh, serta anggota DPRK Aceh Besar, di Lampuuk, Rabu (19/2/2025).
DIALEKSIS.COM | Kuala Simpang - Pj. Bupati Aceh Tamiang, Drs. Asra, secara resmi membuka Festival Serumpun Melayu Raya Aceh Tamiang 2024 pada Jumat (6/12/2024) malam di Lapangan Upacara Kantor Bupati. Acara ini digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh melalui aspirasi Anggota DPRA Dapil Aceh Tamiang-Langsa serta dukungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Festival akan berlangsung selama tiga hari, dari 6 - 8 Desember 2024.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Meskipun hujan mengguyur Banda Aceh dalam beberapa hari terakhir, antusiasme warga tidak surut untuk menyaksikan Festival Rapai Grimpheng yang digelar pada 16-18 September 2024.
DIALEKSIS.COM | Feature - Aceh Tamiang Art and Food Festival lebih dari sekadar perayaan seni dan kuliner. Ia adalah panggung bagi tradisi untuk berbicara, mengisahkan tentang asal muasal dan cita-cita. Dalam riuhnya festival, kuliner khas Aceh Tamiang, bubur pedas dan kue rasidah turut menjadi bintang.
DIALEKSIS.COM | Aceh - Kota Banda Aceh yang dijuluki Serambi Mekkah masih melestarikan tradisi meugang dalam menyambut Ramadhan dan merayakan Hari Raya Idul Fitri serta Idul Adha. Tradisi memotong hewan kurban seperti sapi, kerbau, atau kambing, lalu membagikan dagingnya kepada masyarakat ini telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu.
DIALEKSIS.COM | Aceh - Meugang adalah sebuah kearifan lokal yang khas di Aceh, Indonesia. Filosofinya adalah ungkapan rasa syukur atas kesempatan bertemu dengan bulan Ramadan. Meskipun demikian, sejarah dan latar belakang tradisi ini masih kurang dikenal di kalangan publik, namun tetap teguh diakar dan terus dilakukan oleh masyarakat Aceh.